Sudah bukan rahasia lagi jika hewan ternak memang dibantai untuk dimasak
dengan berbagai macam bumbu dan dijadikan makanan lezat demi
kelangsungan hidup manusia.
Namun untuk 8 menu ini bakal membuat Anda harus berpikir dua kali lebih
banyak untuk menyantap kelezatan makanannya setelah mengetahui bagaimana
proses memasaknya.
1. Ikizukuri (Jepang)

Merupakan makanan khas Jepang yang menyajikan ikan segar dalam keadaan
hidup. Di luar masyarakat Jepang, menu satu ini sangat kontroversional
karena dianggap terlalu kejam. Kenapa? Karena menu ini menyajikan ikan
yang sudah teriris tipis-tipis namun dengan kondisi masih hidup,
menggeliat dan masih berjuang untuk hidup di atas piring Anda.
Apakah Anda bisa membayangkan sedang memakannya?
Apakah Anda bisa membayangkan sedang memakannya?
2. Ortolan (Prancis)

Sesuai nama menunya, bahan dari sajian ini berasal dari burung Ortolan.
Cara membuatnya cukup mudah, burung berberat badan sekitar 2 ons ini
ditusuk kedua matanya dan diberi makan secara paksa sehingga berat
badannya naik dua sampai empat kali. Setelah dirasa cukup, burung ini
ditenggelamkan hidup-hidup dalam Armagna(salah satu jenis minuman
keras). Setelah itu burung yang sudah mati tenggelam ini dibakar sekitar
6 - 8 menit untuk membuatnya matang dan siap untuk disantap.
Sepertinya lezat.. Oh saya? Terima kasih, tapi saya sudah kenyang, barusan makan. Untuk Anda saja ya?
Sepertinya lezat.. Oh saya? Terima kasih, tapi saya sudah kenyang, barusan makan. Untuk Anda saja ya?
3. Foie Gras (Masih dari Prancis)

Menu satu ini terbuat dari hati (liver) dari angsa ataupun bebek. Agar
bisa disajikan dalam menu ini, bebek maupun angsa tersebut harus
memenuhi syarat, yaitu pada umur yang dirasa cukup, sang bebek atau
angsa itu diberi makan paksa dengan jagung yang berlemak sampai
hati(liver) mereka menggembung 6 kali lebih besar. Setelah itu para koki
Prancis pun siap mengakhiri hidup mereka yang tragis itu dengan
menghidangkan masakan terbaik mereka untuk Anda. Berminat untuk mencoba?
4. Dojo Tofu (Jepang lagi)

Makanan ini terbuat dari tofu (tahu asal Jepang) dan loach (sejenis
belut). Untuk cara memasaknya cukup mudah, rebus air hingga mendidih,
masukkan tofu sehingga tenggelam di dasar panci, lalu segera tambahkan
belut-belut kecil yang masih hidup ke dalamnya. Belut-belut ini akan
berebut untuk menembus masuk ke dalam tofu yang masih dingin karena
tidak tahan dengan air yang mendidih itu.
Hasil akhir dari sajian ini berbentuk seperti keju Swiss yang berlubang-lubang. Namun lubang-lubang itu bukan terbentuk saat proses fermentasi, namun karena perjuangan para belut kecil yang menangis dan meronta menghindari panasnya air yang mendidih.
Hasil akhir dari sajian ini berbentuk seperti keju Swiss yang berlubang-lubang. Namun lubang-lubang itu bukan terbentuk saat proses fermentasi, namun karena perjuangan para belut kecil yang menangis dan meronta menghindari panasnya air yang mendidih.
5. Feng Gan Ji (Tibet/Cina)

Kalau di Indonesia sedang populer istilah ayam bakar, di Cina adalah ayam angin. Menu masakan satu ini hanya membutuhkan ayam segar, pisau yang sangat tajam, dan seorang koki berhati dingin dan kejam.
Untuk persiapannya, ayam dibelah perutnya hidup-hidup, dikeluarkan isi perutnya, dan digantikan dengan beberapa macam bumbu rahasia sebagai penyedap. Setelah itu, perut sang ayam dijahit sehingga tertutup lagi, dan digantung begitu saja di bawah terik matahari sampai kering. Sudah merasa lapar?
6. Huo Jia Lu (Cina)

Daging keledai memang sudah biasa menjadi santapan kuliner. Namun untuk menyajikan menu satu ini, menurut panduan masak kuno dari Cina, agar lebih sedap, daging keledai harus dipotong dalam keadaan hidup, dimasak, dan langsung disajikan kepada para pelanggannya.
7. Jiao Lu Rou (Cina)

Hampir sama seperti menu Huo Jia Lu, masakan ini berbahan daging keledai, namun berbeda cara penyajiannya. Keledai kali ini dikuliti hidup-hidup dan disiram dengan air mendidih pada dagingnya terus-menerus hingga matang.
Daging keledai pun siap dipotong untuk segera disajikan. Dan semua pelanggan pun kenyang dan gembira. Bagaimana dengan Anda?
8. Otak Kera Hidup (Cina)

Otak kera yang masih hidup dipercaya menjadi obat kuat sejak era dinasti
Qing. Bayangkan saja, seekor kera yang masih hidup, dilubangi
tengkoraknya dan dihidangkan kepada Anda. Anda pun masih dapat merasakan
denyut otak kera tersebut saat memakannya.
Seiring berjalannya waktu, otak kera ini tetap disajikan namun dengan tiga cara yang berbeda, yaitu otak kera yang sudah matang dan diberi bumbu, otak yang masih mentah yang dimakan langsung dari tengkorak kera yang sudah mati, dan seperti sebelumnya, otak kera yang masih hidup dan disajikan diatas piring.
Tertarik untuk mecoba?
Seiring berjalannya waktu, otak kera ini tetap disajikan namun dengan tiga cara yang berbeda, yaitu otak kera yang sudah matang dan diberi bumbu, otak yang masih mentah yang dimakan langsung dari tengkorak kera yang sudah mati, dan seperti sebelumnya, otak kera yang masih hidup dan disajikan diatas piring.
Tertarik untuk mecoba?