Ads Top

Apa Itu Sleep Paralysis? Ini Penjelasannya


Halo Serupedians

Kali ini serupedia akan membahas tentang sebuah gejala pada tidur yang disebut Sleep Paralysis. Apa itu? Sleep paralysis atau yang lebih dikenal masyarakat indonesia dengan istilah Tindihan adalah keadaan ketidakmampuan bergerak ketika sedang tidur ataupun ketika bangun tidur. Seseorang yang mengalami kelumpuhan tidur biasanya akan mengalami masalah untuk menggerakkan anggota badan, tidak bisa mengeluarkan suara dan sebagainya. Kelumpuhan tidur biasanya juga disertai dengan halusinasi seram atau mimpi buruk.



Semenatara menurut, The American Sleep Disorder Association (1990) mendefinisikan bahwa sleep paralysis adalah ketidakmampuan tubuh mengendalikan otot volunteer selama sleep onset (gypnagogic) atau selama terbangun di antara waktu malam dan pagi (hypnopompic).


Apa yang menyebabkannya?

Menurut survey Gallup tahun 1992, hampir semua orang dewasa mengalami Sleep Paralysis, paling tidak dua tahun sekali. Jadi fenomena ini bukan sesuatu yang asing bagi manusia. Usaha untuk menelitinya telah berlangsung sejak tahun 1950an, namun baru benar-benar bisa dipahami ketika para peneliti mulai mengerti hubungan antara kondisi REM (Rapid eye movement) dengan mimpi.

Kelumpuhan tidur diyakini terjadi akibat terganggunya fase tidur REM, yang menyebabkan terjadinya atonia otot lengkap yang mencegah seseorang untuk bertindak di luar mimpi mereka. Kelumpuhan tidur telah dikaitkan dengan gangguan lainnya seperti narkolepsi, migrain, gangguan kecemasan, dan apnea tidur obstruktif.

Bagaimana ciri-cirinya?

Ciri-ciri dari Sleep paralysis adalah perasaan halusinasi, perasaan tercekik, dan sulit menggerakkan lidah. Dalam keadaan ini, seseorang dapat membuka mata, menggerakan bola mata, dan melihat sekeliling namun badannya tidak bisa bergerak.

Dalam jurnal Gilliam tahun 2008, disebutkan keadaan sleep paralysis dapat terjadi selama beberapa menit sampai dua puluh menit. Penelitian yang dilakukan di Universitas Kanada itu menyebutkan bahwa sebanyak 30 persen responden pernah mengalami setidaknya satu kali kejadian sleep paralysis

Sedangkan menurut Cheyne, et al dalam penelitian tahun 1999, tiga perempat responden mengalami setidaknya satu kali halusinasi dan 10 persennya mengatakan mengalami lebih dari dua kali halusinasi. 

Hasil ini didukung pula oleh penelitian yang dilakukan di berbagai belahan dunia. Menurut Fukuda, Miyasitha, Inugami, & Ishihara, 1987 dan jurnal Spanos, McNulty, DuBreul, Pires, & Bugess, 1995, sebanyak 25-40% responden mengalami sleep paralysis disertai halusinasi . 

Sleep paralysis, banyak terjadi pada seseorang yang memiliki tekanan atau yang mengalami stres. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kejadian sleep paralysis banyak terjadi pada seseorang yang mengalami gangguan mental.

Dalam buku Simard dan Nielson tahun 2005, mengatakan bahwa kejadian sleep paralysis dan kecemasan adalah gejala dari trauma yang pernah dialami pada masa lalu. 

Hal ini didukung oleh jurnal yang ditulis oleh Murphy tahun 2006. Jurnal tersebut menyebutkan bahwa seorang anak yang pernah mengalami tindak kekerasan cenderung pernah mengalami sleep  paralysis. Gangguan tidur ini terjadi pada masa remaja pertengahan, yaitu sekitar umur 14-17 tahun. Pada dewasa, persentase kejadian pada laki-laki dan wanita seimbang. 

Bagaimana cara mengatasi Sleep Paralysis?

Jika mengalami gejala tidur seperti ini, perhatikan beberapa cara mengatasi sleep paralysis berikut.

Tidur yang rutin

Sleep paralysis sering terjadi ketika siklus REM tidak berjalan mulus, hal ini biasanya dialami oleh orang yang kurang tidur. Oleh karenanya Anda perlu tidur yang cukup dan teratur agar dapat mengurangi kemungkinan terganggunya siklus REM.

Tidur miring

Sekitar 60 persen kasus sleep paralysis terjadi karena orang tersebut tidur telentang. Biasakan diri untuk tidur miring.

Olahraga secara teratur

Anda tidak perlu pergi ke tempat fitnes untuk berolahraga, cukup dengan olahraga ringan secara rutin. Misalnya, berjalan kaki di pagi hari sebelum berangkat kerja atau sekolah.

Pola makan yang baik

Jika tubuh sehat,  pola tidur pun akan membaik. Kurangi atau hindari sama sekali makanan/minuman yang mempengaruhi tidur Anda—seperti makanan dan minuman berkafein, beralkohol, atau makanan manis.

Rileks

Stres dapat berpengaruh pada pola tidur, yang akhirnya berpotensi menimbulkan sleep paralysis. Ada banyak cara untuk menenangkan diri, di antaranya yaitu mendengarkan musik, bermain dengan hewan peliharaan, dan membaca buku. Cari tahu apa cara terbaik bagi Anda untuk menenangkan diri.

Cari bantuan

Karena sleep paralysis bisa saja diakibatkan oleh gangguan tidur lain, seperti narcolepsy, ada baiknya untuk mencari bantuan dokter jika Anda mengalaminya setidaknya sekali seminggu dan berlangsung lebih dari 6 bulan.

Untuk memahami lebih jauh mari kita simak video dari channel Kok Bisa?


Semoga arikel ini bermanfaat.

Powered by Blogger.