Seorang anak memang kadang mempunyai emosi yang labil dan
meletup-letup. Kadang mereka menginginkan sesuatu tanpa berpikir
panjang. Disinilah tugas orang tua untuk selalu mengajarkan anak
tanggung jawab dan menjaga mereka.
Declan Gatenby adalah seorang
anak yang berusia 13 tahun. Dia tinggal bersama orang tua dan adiknya di
distrik Rossendale, Lancashire, Inggris. Seperti anak muda lain pada
umumnya, Declan juga sangat akrab dengan teknologi. Telepon seluler
menjadi teman baik Declan selama ini.
Dia seperti tidak dapat
dipisahkan dari telepon selulernya. Kemanapun dan kapanpun Declan pergi,
dia selalu terlihat asyik dengan telepon selulernya. Entah apa yang
dilakukannya, namun telepon seluler sudah menjadi bagian dari keseharian
Declan.

Declan (c) Merdeka.com
Kebiasaan
Declan yang tidak bisa lepas dari telepon seluler ini menjadi masalah
ketika berada di sekolah. Dia sering bermain telepon seluler ketika
berada di kelas. Hal ini pada akhirnya menimbulkan kemarahan gurunya.
Declan ditegur dan orang tuanya dipanggil oleh pihak sekolah mengenai
kebiasaan buruknya ini.
Orang tua Declan yang kecewa dengan
perilaku Declan akhirnya menghukumnya. Sang ayah memberi hukuman
larangan pemakaian telepon seluler selama seminggu. Hal ini berarti
Declan akan menjalani hari-harinya tanpa telepon seluler selama
seminggu.
Declan marah dan tidak terima akan hal ini. Dia protes
kepada sang ayah dan minta agar telepon selulernya dikembalikan. Tentu
dengan tegas sang ayah menolak hal ini. Dia ingin mengajarkan Declan
arti tanggung jawab dan konsekuensi tindakannya.
Declan ternyata
sangat marah dan kecewa akan hal ini, dia pergi ke kamarnya dan
menggantung diri di sana. Hanya karena telepon seluler, dia memilih
untuk mengakhiri hidupnya. Ayah Declan tidak mengira bahwa hukumannya
akan membuat Declan melakukan hal putus asa seperti ini.
Kesedihan
yang mendalam sudah pasti dirasakan oleh keluarga Declan. Kehilangan
anak dan sosok kakak memang sangat berat namun semua ini harus dihadapi.
Semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi para orang tua yang sedang
mendidik anaknya agar selalu berhati-hati dalam memberikan fasilitas
teknologi kepada anaknya.
Sumber
0 facebook:
Poskan Komentar
Komen yang mengandung Spam akan kami detete