5 Robot Humanoid yang Digunakan untuk Eksplorasi Ruang Angkasa

Halo Serupedians

Perkembangan teknologi khususnya mekatronika belakangan ini memang sangat pesat dan melahirkan hal-hal baru yang cukup mencengangkan, termasuk penciptaan robot humanoid.

Robot humanoid merupakan robot yang dirancang mirip dengan manusia, baik dari desain maupun fungsinya. Tujuan utamanya adalah bagaimana bisa mengantikan manusia dalam beberapa pekerjaan. Dan yang paling menakjubkan adalah robot-robot tersebut bisa digunakan untuk eksplorasi ruang angkasa.

Berikut serupedia akan mengulas 5 Robot Humanoid yang Digunakan untuk Eksplorasi Ruang Angkasa. 

1. Valkyrie (NASA)



Valkyrie atau juga dikenal sebagai R5 merupakan robot yang dikembangkan  NASA hanya dalam waktu sembilan bulan. Pada awalnya robot ini merupakan pesaing dalam DARPA Robotics Challenge pada tahun 2011. 

Robot Valkyrie memiliki fungsi untuk memunguti puing-puing dan mengoperasikan kendaraan. Tujuan awal proyek ini adalah untuk membantu penanganan bencana dan operasi pencarian dan penyelamatan pada masyarakat.

Pada tahun 2015, NASA berkunjung ke Northeastern University dan Massachusetts Institute of Technology untuk membahas keberadaan robot ini kedepannya. Dimana tim robotika perguruan tinggi ini akan meneliti cara menggunakan robot Valkyrie untuk eksplorasi luar angkasa.

Tim Valkyrie juga bermitra dengan Florida Institute for Human and Machine Cognition (IHMC) untuk menerapkan algoritme berjalan mereka di perangkat keras NASA dalam persiapan untuk Space Robotics Challenge, bagian dari Program Pengembangan Perubahan Game NASA dan Tantangan Centennial.

2. Robonaut 



Robonaut adalah proyek pengembangan robot humanoid yang dilakukan oleh Dextrous Robotics Laboratory di Lyndon B. Johnson Space Center (JSC) NASA di Houston, Texas. 

Ide inti di balik dirancangnya Robonaut adalah memiliki mesin humanoid yang bekerja sama dengan astronot. Selain mengurangi risiko kecelakaan para Astronot, kehadirannya  diharapkan mampu melakukan banyak tugas. Pihak NASA juga membuat Robonout 2, merupakan perkembangan dari mode Robonout pertama ( R1 ). Robot generasi kedua ini diharapkan bisa melakukan tindakan medis bagi para Astronot, ketika mereka sedang mengalami masalah.

Robonaut 2 telah berada di Stasiun Luar Angkasa Internasional sejak 2011. Tugasnya adalah untuk mengambil alih beberapa tugas membosankan yang dilakukan astronot di stasiun, seperti menyalakan sakelar dan memutar tuas. 

3. RoboSimian 


Dinamai RoboSimian, robot ini sengaja dirancang untuk bergerak lincah seperti kera, lengkap dengan empat anggota tubuh yang bisa berperan ganda, yaitu sebagai tangan dan kaki.

Walau RoboSimian tidak memiliki kepala, robot ini punya roda yang membuatnya mampu meluncur dengan mudah jika permukaannya cukup halus. Selain itu juga, robot ini dapat lingkungan sekitar dengan tenik 3D. 

Selain itu juga, robot ini dirancang dengan sangat fleksibel sehingga dapat  melewati medan yang sulit dan melakukan tugas yang membutuhkan ketangkasan. Walau RoboSimian fokus pada bencana, bukan NASA namanya jika tidak memikirkan 'alam' lain di luar Bumi. JPL NASA berniat memanfaatkan teknologi RoboSimian untuk dipakai di ruang angkasa.

4. Kirobo




Kirobo merupakan robot astronot Jepang pertama yang dikembangkan oleh University of Tokyo dan Tomotaka Takahashi. Robot ini dirancang untuk menemani astronot Koichi Wakata yang menjadi komandan pertama dari International Space Station (ISS).



Kirobo mendarat di ISS tepat pada 10 Agustus 2013 dengan menggunakan JAXA’s H-II Transfer Vehicle Kounotori 4, sebuah pesawat ruang angkasa tak bernama yang diluncurkan pada 4 Agustus 2013 dari Tanegashima Space Center di Jepang.


Kirobo sendiri dikembangkan dengan usaha kolaborasi antara Toyota, Dentsu, Research Center for Advanced Science and Technology dari University of Tokyo, Robo Garage dan JAXA (Japan Aerospace Exploration Agency).

University of Tokyo dan Robo Garage bertugas mengerjakan robot hardware dan motion generation, sedangkan Toyota bertugas untuk menciptakan voice recognition function dan Dentsu bertugas menciptakan conversation content serta managed project.

5. AILA



Para Peneliti Jerman yang tergabung dalam Pusat Penelitian Kecerdasan Buatan Jerman telah menciptakan robot humanoid yang dirancang untuk membantu astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Dinamakan AILA, robot ini dirancang untuk membantu tugas sehari-hari yang tidak begitu rumit sehingga astronot dapat meluangkan waktu untuk mengerjakan proyek yang membutuhkan lebih banyak pemikiran.

Seperti halnya orang baru, AILA pertama-tama perlu diajari cara melakukan tugas. Setelah menyaksikan seorang manusia mendemonstrasikan sebuah tugas, AILA akan bisa melakukan pekerjaannya sendiri. Begitu dia telah mempelajari keterampilan baru, para astronot bisa memberinya rencana tindakan yang akan dia selesaikan secara berurutan.

AILA dilekatkan pada platform roda enam sehingga dia bisa bergerak dan melaksanakan tugas secara efisien. Dia memiliki dua lengan dengan jari seperti tangan manusia. Dia bisa sedikit memutar kepala, lengan, dan batang tubuhnya.

Baca Juga : Robot Kecil Penghancur Kanker

No comments:

Komen yang mengandung Spam akan kami detete

Powered by Blogger.