Mengupas Angka Kecukupan Gizi (AKG)

Loading...
Zat gizi dari sumbernya sangat diperlukan untuk tubuh agar tetap sehat dan dapat menjalankan aktifitas sehari-hari. Sehingga kita selalu berusaha untuk makan dan tak jarang mengkonsumsi suplemen untuk memenuhi kebutuhan harian tersebut. Namun, beberapa orang tidak mengetahui berapa sebenarnya angka kecukupan gizi (AKG) yang dianjurkan sehingga kecukupan gizi biasanya dikira-kira saja. 



Sebenarnya, pemerintah dalam hal ini sudah memberi anjuran yang dikeluarkan departemen kesehatan berupa Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1593/MENKES/SK/XI/2005 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Nilai AKG ini sesuai rekomendasi Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi XI Tahun 2012. Bunyinya sebagai berikut :

Angka Kecukupan Gizi yang dianjurkan bagi bangsa Indonesia selanjutnya disingkat AKG adalah suatu kecukupan rata-rata zat gizi setiap hari bagi semua orang menurut golongan umur, jenis kelamin, ukuran tubuh, aktifitas tubuh untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal. 

AKG hampir sama dengan Recomended Dietary Allowance (RDA) yang diambil dari nilai rata-rata asupan yang cukup untuk memenuhi asupan hampir semua (97-98%) orang sehat. AKG sudah memperhitungkan variasi kebutuhan individu dan cadangan zat gizi dalam tubuh. Nilai AKG ini diambil dari sekitar Kegunaan AKG diutamakan untuk:

1. Acuan dalam menilai kecukupan gizi
2. Acuan dalam menyusun makanan sehari-hari termasuk perencanaan makanan di institusi;
3. Acuan perhitungan dalam perencanaan penyediaan pangan tingkat regional maupun nasional
4. Acuan pendidikan gizi
5. Acuan label pangan yang mencantumkan informasi nilai gizi

Perlu diketahui bahwa AKG hanya berlaku bagi orang sehat dan kondisi khusus yaitu ibu hamil dan ibu menyusui pada semester pertama dan kedua. AKG tidak mempertimbangkan faktor lain yang mempengaruhi kebutuhan zat gizi seperti genetik, kondisi kesehatan, tingkat defisiensi, gaya hidup (merokok dan alkoholik), dan penggunaan obat.


Selain istilah angka kecukupan dan kebutuhan gizi, terdapat beberapa istilah lain tentang standar konsumsi zat gizi, yaitu:

Estimated Average Requirements (EAR) adalah kebutuhan akan zat gizi yang diharapkan memenuhi kebutuhan setidaknya 50% pada kelompok usia tertentu dalam berdasarkan tinjauan literatur ilmiah.

Adequate Intake (AI) adalah jumlah zat gizi yang cukup memadai untuk suatu kelompok demografis tertentu. Nilai AI ini digunakan ketika belum adanya angka kecukupan gizi yang terstandar. Jumlah zat gizi yang ditentukan biasanya tidak setegas AKG/RDA.

Tolerable Upper Intake Levels (UL) adalah batas jumlah tertinggi zat gizi yang dapat dikonsumsi oleh manusia sehingga penggunaannya tidak berlebihan dan berdampak bahaya bagi tubuh.

Suggested Dietary Target (SDT) adalah jumlah zat gizi yang dibutuhkan untuk mencegah atau mengurangi resiko penyakit degeneratif.

Estimated Energy Requirement (EER) adalah jumlah energi yang diperlukan untuk menjaga berat badan dan memelihara kesehatan berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan aktifitas.

Acceptable Macronutrient Distribution Ranges (AMDR) adalah rentang asupan untuk sumber energi (karbohidrat, lemak dan protein) yang berhubungan dengan penurunan resiko penyakit kronis. Jika seseorang mengkonsumsi lebih dari AMDR maka memiliki resiko terkena penyakit kronis. Asupan dalam AMDR ini ditetapkan dalam persentase dibandingkan dengan kebutuhan total energi.


Bagaimana dengan anda? Apakan Angka Kecukupan Gizi anda terpenuhi?

Loading...

No comments:

Komen yang mengandung Spam akan kami detete

Powered by Blogger.