Xiang Menenun Rambutnya Jadi Mantel untuk Suami Selama 11 Tahun
Bukti cinta untuk pasangan tak melulu harus mahal, seperti yang
dilakukan wanita China bernama Xiang Renxian. Pensiunan guru berusia 60
tahun itu, membuatkan suaminya hadiah mantel dan topi yang ditenunnya
sendiri.
Uniknya, material pembuat mantel dan topi tenun itu adalah rambutnya sendiri. Seperti dilansir dari Oddity Central yang dimuat liputan6.com, Jumat (31/1/2014), Xiang pun menghabiskan 11 tahun terakhir untuk menenun mantel dan topi untuk sang suami tercinta.
Berawal
dari kecintaan Xiang terhadap rambutnya yang begitu indah, ia pun mulai
mengumpulkan rambutnya yang gugur secara alami di usia 34 tahun.
"Saat
muda, aku terkenal dengan rambut panjangku yang indah. Dan saat aku
beranjak dewasa, aku pun menyadari bahwa keindahan rambutku memudar
seperti penampilanku yang menua. Aku kehilangan kemilau rambutku,"
ungkap Xiang.
"Padahal banyak orang yang iri dengan rambut panjang
hitam yang berkilau milikku. Oleh sebab itulah, aku merawatnya, bahkan
sampai rambut yang berguguran pun tak kubuang," tambahnya.
Xiang
pun mengumpulkan rambutnya selama beberapa tahun, tanpa tujuan pasti.
Barulah pada tahun 2003, dia memutuskan untuk menenun helai rambutnya
menjadi pakaian.
"Aku ingin menemukan cara untuk memanfaatkan
rambutku, dan muncul tiba-tiba ide untuk menggunakannya untuk membuat
sesuatu bagi suamiku. Butuh beberapa saat untuk menyempurnakan teknik
menenunnya, ketika itu aku masih berusia 49 tahun. Setelah aku
mengembangkan teknik menenunnya, ternyata benar-benar tidak sulit untuk
dilakukan. Anda hanya perlu kesabaran dan banyak waktu," urai Xiang.

Mantel adalah proyek pertama Xiang, dia menggunakan 15 lembar rambut setara satu helai wol standar. Xiang pun mulai pada tahun 2003 dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2008. 5 Tahun lamanya ia menenun sebuah mantel.
Kemudian, Xiang mulai melakukan proyek keduanya yakni topi
tenun. Ia menggunakan 20 helai rambut setara 1 helai wolnya. Proyek
kedua itu pun selesai pada tahun 2011.
"Dibutuhkan kesabaran untuk
menghasilkan hasil karya tenun itu. Hanya bisa dilakukan sedikit setiap
hari, karena kelangkaan rambut," ungkap Xiang.
Ketika tenun itu
selesai, Xiang merasa bahwa mantel itu perlu sedikit sentuhan akhir.
Jadi, dia memutuskan untuk menenun namanya dan tanggal penyelesaian pada
lengan mantelnya dengan rambut putih. Dia pun harus menunggu sampai
akhir tahun 2013, untuk mengumpulkan cukup rambut abu-abu alias uban
untuk membuatnya.
Menurut penuturan Xiang, dirinya telah
mengumpulkan banyak rambut gugur. "Lebih dari 11 tahun, aku menghitung
semua rambut yang kukumpulkan dan digunakan pada mantel. Jadi aku tahu
bahwa aku menggunakan 116.058 helai rambut untuk mantel seberat 382,3
gram dan topi seberat 119,5 gram," jelas Xiang.
Meskipun mantel
itu disebutkan sebagai hadiah untuk suaminya, Xiang tidak menjelaskan
lebih lanjut. Bahkan, semua gambar menunjukkan pose dirinya dalam mantel
hitam dan topi tenun rambutnya. Mungkin sang suami pemalu, maka ia yang
berpose untuk media.
"Apapun yang terjadi pada rambutku di masa
depan, aku sekarang tahu bahwa mantel dan topi rambutku akan selalu ada
sebagai pengingat masa mudaku, dan banyak kenangan indah bersama
suamiku," tutur Xiang.
Meski belum mengetahui apa proyek
selanjutnya, namun Xiang yakin dirinya membutuhkan lebih banyak rambut
dan pastinya memakan waktu yang lebih lama.
Sebelunya, ada mantel
yang terbuat dari 1 juta lebih helai bulu dada manusia beberapa tahun
lalu. Pembuatnya membanderol harga 2.499 poundsterling atau sekitar Rp
37 juta. Harga yang cukup mahal, terlebih karena bulu yang digunakan
untuk membuatnya asli.